Waspada, Bahaya Ketuban Pecah Dini

Waspada, Bahaya Ketuban Pecah Dini

Waspada, Bahaya Ketuban Pecah Dini

Hamil merupakan salah satu kebahagiaan yang besar bagi seorang ibu, apalagi jika usia kehamilan sudah memasuki 9 bulan, yang tandanya seorang ibu akan segera melahirkan buah hati yang akan menambah kebahagiaan. Namun, terkadang kondisi ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Adalah di mana ketika ketuban pecah lebih dini. Hal tersebut akan menimbulkan masalah pada ibu hamil. Dan berikut ini adalah yang akan terjadi jika ketuban pecah lebih dini.

Baca : Obat Herbal Kanker Rahim

Pada normalnya, ketuban akan pecah ketika sang ibu merasakan kontraksi untuk melahirkan sang buah hati. Namun, akibat kondisi tertentu, terkadang ketuban malah pecah lebih dini, dan hal itu akan dapat mengakibatkan komplikasi yang cukup serius.

Air ketuban adalah cairan yang ada dalam kantung ketuban. Dan kantung ketuban sendiri adalah membran atau selaput yang mengelilingi dan melindungi janin di dalam kandungan selama masa kehamilan. Beberapa saat sebelum sang ibu melahirkan, kantung ketuban tersebut akan pecah dan air ketuban yang ada di dalamnya akan keluar melalui vagina. Akan tetapi, dikarenakan kondisi tertentu, terkadang ketuban pecah sebelum waktunya, dan bisa pecah kapan saja sebelum usia kandungan berumur 37 minggu atau 9 bulan.

Lalu apa yang menyebabkan ketuban pecah dini?

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab ketuban pecah lebih dini. Dan jika ketuban pecah lebih dini, maka biasanya hal tersebut akan mengakibatkan persalinan prematur, atau bayi terpaksa lahir sebelum waktunya. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan ketuban pecah lebih dini, antara lain :

  • Infeksi pada rahim, leher rahim, atau pada vagina. Ini merupakan penyebab paling umum.
  • Trauma, akibat terjatuh, kecelakaan, dan lain sebagainya.
  • Kantung ketuban terlalu melar, yang disebabkan karena jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu, atau karena volume cairan ketuban yang terlalu banyak. Baca Juga : Ketahui Kuret Lebih Dalam Sebelum Anda Menjalaninya
  • Akibat merokok atau stres selama masa kehamilan.
  • Karena menjalani operasi atau biopsi serviks.
  • Sebelumnya juga pernah mengalami ketuban pecah dini.
  • Mengalami pendarahan vagina selama kehamilan.
  • Indeks massa tubuh sang ibu ketika hamil rendah.
  • Tekanan darah yang tinggi, tidak terkontrol.

Seperti yang telah dikatakan dari awal, kondisi ketuban yang pecah lebih dini akan mengakibatkan komplikasi. Dan komplikasi akibat ketuban pecah dini bisa dianggap sebagai hal yang serius, karena bisa mengakibatkan beberapa hal seperti berikut, yaitu :

  • Bayi terlahir secara prematur.
  • Sangat bersiko mengakibatkan retensio plasenta, yaitu sebagian atau semua plasenta tertinggal di dalam rahim. Yang mana kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pendarahan postpartum primer dan sekunder, yaitu kehilangan darah dalam waktu 24 jam sampai 6 minggu setelah melahirkan.
  • Jika cairan ketuban terlalu sedikit (oligohidramnion) pada kehamilan usia muda. Maka kondisi ini akan menyebabkan infeksi pada janin bahkan menyebabkan kematian pada janin.
  • Mengakibatkan solusio plasenta, yaitu terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum terjadinya proses persalinan. Baca : Obat Herbal Kanker Rahim
  • Terputusnya tali pusat janin.
  • Jika ketuban pecah, maka kantung ketuban bisa dimasuki kuman hingga menyebabkan infeksi dalam rahim. Jika sudah demikian, gejalanya berupa suhu badan naik, mengalami keputihan yang tidak biasa, vagina mengeluarkan bau tak sedap, denyut nadi jadi cepat, perut bagian bawah terasa nyeri, dan detak jantung bayi jadi lebih cepat dari biasanya.
  • Jika cairan ketuban hilang, tali pusat bayi bisa terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Dan hal itu dapat membuat bayi mengalami cedera otak atau bahkan mengalami kematian.
  • Jika ketuban pecah sebelum usia kehamilan mencapai 23 minggu, maka paru-paru bayi mungkin tidak akan berkembang dengan baik. Karena cairan ketuban sangat dibutuhkan di awal kehamilan, untuk membantu terbentuknya jaringan paru-paru.
  • Jika ketuban pecah pada usia kehamilan mencapai 18 minggu dan 22-23 minggu, maka jaringan paru-paru pada janin tidak akan pernah dapat terbentuk. Bahkan anggota badan yang lainnya pada janin juga kemungkinan tidak akan berkembang secara normal.

Jika anda merasa curiga ketuban pecah lebih dini, maka segeralah pergi ke rumah sakit agar anda mendapatkan penanganan dengan tepat. Air ketuban cukup mudah dikenali, ciri-cirinya yaitu yang berwarna bening atau ada bintik-bintik putih, dan disertai darah atau lendir, serta tidak berbau.

Baca Juga : Waspada Infeksi Rahim, Salah Satu Penyebab Infertilitas

One thought on “Waspada, Bahaya Ketuban Pecah Dini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *