Ketahui Kuret Lebih Dalam Sebelum Anda Menjalaninya

Ketahui Kuret Lebih Dalam Sebelum Anda Menjalaninya

Ketahui Kuret Lebih Dalam Sebelum Anda Menjalaninya

Kuret mungkin sudah bukan nama asing lagi di telinga sebagian banyak orang, namun tidak banyak juga orang yang tahu betul apa itu kuret sebenarnya. Kuret merupakan salah satu bentuk tindakan medis dengan mengeruk bagian rahim.

Baca Juga : Obat Kanker Rahim

Bagian rahim yang terkena kuret adalah bagian endometrium atau dinding rahim. Endometrium sendiri adalah batas dinding rahim, dan merupakan lapisan yang mengalami penebalan pada saat terjadi pembuahan ovum sehingga dapat dijadikan sebagai bantalan janin, dan ketika tidak terjadi pembuahan, dinding rahim bisa luruh menjadi darah haid.

Kuret sebetulnya adalah nama sebuah alat operasi yang digunakan untuk mengangkat jaringan pada rahim. Prosedur pengangkatannya disebut kuretase. Namun kuret lebih dikenal sebagai nama dari tindakan medis tersebut. Dan kuret ini dikenal sebagai proses yang harus dilakukan para wanita yang mengalami keguguran ataupun aborsi. Dan sebelum menjalani prosedur kuret, alangkah baiknya pasien mengetahui prosesnya terlebih dahulu, karena hal itu bisa membantu pasien mempersiapkan diri dan menjalaninya dengan lebih tenang.

Apa Fungsi Kuret Yang Sebenarnya?

Kuret adalah sebuah tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan rahim setelah keguguran, serta untuk mendiagnosis kondisi yang terjadi pada rahim, seperti kondisi perdarahan parah. Jadi, fungsi kuret sebenarnya tidak hanya sebatas untuk membersihkan rahim saja, namun juga dapat menjadi satu langkah untuk mendiagnosis kondisi yang sedang terjadi pada rahim.

1. Kuret Sebagai Penanganan Medis

Salah satu fungsi kuret adalah untuk menangani kondisi tertentu. Pada tujuan ini, kuret dilakukan dengan mengangkat hampir seluruh isi rahim. Pengangkatan secara keseluruhan tersebut biasanya dilakukan ketika mengalami kondisi seperti berikut :

  • Membersihkan rahim dan sisa-sisa jaringan, untuk mencegah supaya tidak terjadi perdarahan berat dan juga mencegah infeksi. Contohnya adalah setelah mengalami keguguran atau setelah aborsi.
  • Mengangkat jaringan polip pada rahim atau pada leher rahim.
  • Mengeluarkan gumpalan jaringan di rahim yang terbentuk dari kehamilan mola.
  • Membersihkan sisa-sisa plasenta di dalam rahim untuk menangani perdarahan yang berlebih setelah menjalani proses persalinan.
  • Mengangkat tumor jinak fibroid yang tumbuh pada dinding rahim.

Baca Juga : Waspada Infeksi Rahim, Salah Satu Penyebab Infertilitas

2. Kuret Sebagai Langkah Pemeriksaan

Untuk membantu mendiagnosis kondisi pada rahim, kuret biasanya dilakukan hanya akan jika pasien mengalami kondisi-kondisi seperti berikut ini, antara lain :

  • Mengalami pendarahan setelah memasuki masa menopause.
  • Mengalami pendarahan yang tidak normal pada rahim.
  • Ketika ditemukan adanya sel endometrial abnormal dalam tes kesehatan untuk mendiagnosis kanker serviks.

Jika kuret digunakan sebagai langkah untuk mendiagnosis sebuah penyakit, maka akan dikumpulkan sampel jaringan dari rahim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Dan nantinya hasil pemeriksaan tersebut akan mendiagnosis kemungkinan-kemungkinan kondisi yang tengah dialami tersebut, seperti kanker rahim, polip rahim, hiperlasia endometrial atau kondisi prakanker yang ditandai dengan penebalan dinding rahim.

Dan sebagai prosedur pemeriksaan, prosedur kuret juga sering dikombinasikan dengan histereskopi untuk memeriksa apakah ada ketidanormalan pada rahim atau tidak.  Namun untuk sekarang, kuret jarang digunakan untuk prosedur pemeriksaan, karena lebih banyak menggunakan pemindaian USG (ultrasound).

Proses Kuret

Sebelum melakukan prosedur kuret, terlebih dahulu akan ditanyakan mengenai kondisi dan riwayat kesehatan pasien oleh dokter atau perawat. Dan jika anda ingin melakukan prosedur kuret, pastikan kondisi-kondisi berikut diketahui oleh dokter, jika anda :

  • Alergi terhadap obat atau bahan tertentu.
  • Kemungkinan sedang dalam kondisi hamil.
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau mempunyai riwayat berupa gangguan perdarahan.

Selain mengetahui kondisi fisik dan kesehatan, pasien juga akan diminta untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum menjalani kuret. Kemudain saat akan menjalani kuret, pasien akan diminta untuk berbaring dengan kaki mengangkang. Biasanya pasien akan dibius terlebih dahulu sebelum menjalani kuret, supaya pasien tidak merasakan sakit saat menjalaninya. Jenis bius yang diberikan akan tergantung pada jenis kuret yang akan dijalani. Bius lokal akan membuat leher rahim dan daerah di sekitarnya mengalami kebas atau tidak merasakan apa pun. Sementara bius epidural akan membuat pinggang hingga ke bagian bawah tubuh menjadi kebas. Dan jika menggunakan bius total, akan membuat pasien menjadi tidak sadar ketika nantinya menjalani prosedur kuret.

Baca Juga : Obat Kanker Rahim

Resiko Menjalani Kuret

Meskipun terbilang aman, namun prosedur kuret tetap memiliki resiko yang akan diterima. Resiko menjalani kuret antara lain adalah :

  • Mengalami perdarahan yang parah.
  • Mengalami infeksi di dalam rahim.
  • Mengalami luka dan kerusakan pada rahim yang disebut dengan istilah Sindrom Asherman. Sindrom ini beresiko menyebabkan keguguran di masa mendatang, sebabkan nyeri haid atau bahkan hingga berhenti haid, atau mengalami kemandulan.
  • Komplikasi tertentu juga bisa saja didapatkan, meskipun jarang sekali terjadi. Komplikasi tersebut berupa lubang pada usus. Hal tersebut berisiko terjadi pada pasien wanita yang telah memasuki masa menopause atau yang baru saja habis melahirkan. Namun, biasanya lubang tersebut juga bisa menutup dengan sendirinya, tapi harus ditangani dengan pemberian obat atau operasi jika terjadi kerusakan pada organ atau pembuluh darah. Sementara komplikasi lainnya adalah terjadi kerusakan pada leher rahim dan terbentuknya jaringan parut pada dinding rahim.

Itulah yang harus anda ketahui mengenai prosedur kuret, sebelum anda memilih untuk menjalani prosedur tersebut. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa resiko yang akan didapatkan ketika anda memilih untuk menjalani prosesdur kuret tersebut.

Baca Juga : Waspada, Gejala Ini Menandakan Kamu Terkena Kanker Rahim

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *