Apakah Penderita PCOS Boleh Mengonsumsi Kedelai ?

Apakah Penderita PCOS Boleh Mengonsumsi Kedelai ?

Apakah Penderita PCOS Boleh Mengonsumsi Kedelai ?

PCOS memiliki kaitan erat dengan gangguan pada sistem endokrin yang memicu produksi hormon pembawa unsur maskulin yakni hormon androgen dalam jumlah berlebihan.

Baca : Obat Herbal Kanker Rahim

PCOS juga berkaitan dengan masalah resistensi insulin. Diduga insulin yang berlebihan dan tidak mendapat respon baik dari sel dan liver memberi efek buruk pada sistem endokrin dan memicu produksi abnormal dari hormon-hormon lain, termasuk androgen.

Pengobatan PCOS akan efektif jika pasien juga menjalankan sejumlah pola hidup sehat. Karena pada dasarnya ada kaitan PCOS dengan masalah metabolisme. Dan salah satu yang sering kali menjadi perhatian pasien PCOS adalah konsumsi kedelai. Beberapa sumber mengatakan bahwa kedelai bermanfaat untuk pasien PCOS, namun sumber yang lainnya justru memasukkan kedelai ke dalam pantangan makanan yang dihindari pasien PCOS.

Jadi pendapat mana yang benar? Apakah kedelai aman dan bermanfaat untuk pasien PCOS? Atau justru kedelai pantang dikonsumsi oleh pasien PCOS?

Salah satu komponen dalam kedelai yang cukup banyak berperan terhadap kesehatan tubuh adalah senyawa isoflavon, yaitu semacam fitonutrient yang memiliki manfaat, salah satunya menjadi mimik estrogen atau biasa disebut dengan fitoestrogen dalam tubuh. Isoflavon memiliki sejumlah karakter menyerupai estrogen sehingga dapat berperan sebagai pengganti hormon estrogen.

Menurut sumber Official Journal of Isfahan University of Medical Sciences tahun 2011, menyatakan bahwa fitoestrogen dalam kedelai bisa mempengaruhi kondisi pasien PCOS. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa terapi dengan fitoestrogen dapat membantu mengembalikan regulasi rasio antara estrogen dan androgen dalam tubuh. Fitoestrogen juga berperan terhadap perbaikan sensitivitas sel terhadap insulin.

Tetapi pendapat lainnya justru melihat bahwa terapi kedelai tidak cocok untuk pasien PCOS. Bahkan kedelai dianggap bisa saja menyebabkan kondisi PCOS menjadi semakin buruk. Hal itu dikarenakan adanya kemungkinan jika mengonsumsi kedelai akibatnya memicu efek hipotiroidisme. Pendapat ini dijelaskan dalam Official Journal of the American Thyroid Association tahun 2006. Diperkirakan, ada pengaruh dari konsumsi kedelai jangka panjang terhadap fungsi kelenjar tiroid dan fungsi hormon tiroid. Meskipun tambahan asupan yodium bisa saja membantu mengurangi risikonya.

Beberapa ahli juga melihat, terapi yang lebih tepat untuk pasien PCOS bukan dengan menandingi androgen menggunakan estrogen, melainkan dengan meningkatkan produksi progesteron. Hormon tersebut banyak berperan dalam fungsi kesuburan dan siklus haid, dan akan membantu meregulasi rasio estrogen dan androgen secara natural.

Baca Juga : Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan

Selain itu ada beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian pasien PCOS ketika memilih terapi dengan kedelai. Catatan penting yang perlu Anda ingat kembali ada perilaku isoflavon dalam kedelai akan menjadi fitoestrogen dalam tubuh.

Sementara tubuh memiliki mekanisme unik ketika kadar androgen dalam tubuh meningkat. Dijelaskan dalam MedicineNet.com, tubuh akan memproduksi enzimaromatase ketika tubuh mengalami kenaikan androgen signifikan.

Enzimaromatase ini bekerja mensintesis androgen atau testosteron menjadi estradiol atau salah satu formula dari estrogen. Kenaikan jumlah androgen akan memicu enzim aromatase diproduksi dan mendorong proses perubahan sebagian hormon androgen menjadi hormon estradiol atau estrogen.

Di saat yang sama Anda justru mengonsumsi makanan yang kaya estrogen. Situasi kontradiktif yang pada akhirnya bukan membantu mengembalikan keseimbangan hormonal dalam tubuh tetapi mendorong peningkatan kadar estrogen dalam tubuh pada titik tidak aman.

Apakah Penderita PCOS Boleh Mengonsumsi Kedelai ? – Hiperestrogen sendiri merupakan salah satu sumber penyebab kasus-kasus kanker payudara, endomtriosis, adenomyiosis, kanker ovariumdan beberapa kasus sejenis lain.

Jadi, apakah kedelai tidak aman untuk dikonsumsi pengidap PCOS? Rasanya pandangan ini akan menjadi terlalu ekstrim. Karena ternyata kekuatan dari isoflavon sebagai fitoestrogen tidak lebih dari 1/1000 dari kekuatan estrogen murni. Anda perlu mengonsumsi sangat banyak kedelai untuk bisa mengalami masalah hiperestrogen.

Dan ternyata peran kedelai terhadap pasien PCOS tak seharusnya hanya dinilai dari peran isoflavon. Riset kebanyakan memang terfokus pada bagaimana isoflavon mempengaruhi kasus PCOS. Tetapi ada banyak elemen nutrisi lain dalam kedelai yang memberi manfaat bagi pasien PCOS. Sebut saja saponin, leucetin, vitamin B6 dan banyak lagi.

Komponen nutrisi dari kedelai memiliki peran dalam memperbaiki sensitivitas sel terhadap insulin dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Dua aspek yang memberi manfaat dalam penyembuhan kasus PCOS.

Kedelai juga bekerja menekan kandungan oksidan seperti BPA dalam tubuh. Sejumlah kasus PCOS ditemukan memiliki kadar Bisphenol – A dalam kadar tinggi. Ini adalah sejenis senyawa kimia non organik yang lazim ditemukan pada produk plastik, biasanya masuk ke dalam tubuh karena makan dengan wadah plastik kualitas rendah.

Baca : Obat Herbal Kanker Rahim

Riset pada Harvard School of Public Health tahun 2016 membuktikan bahwa pemberian asupan kedelai memberi manfaat efektif menurunkan kadar BPA dan sejumlah unsur toksin lain dari dalam tubuh. Ini memberi imbas langsung secara positif terhadap kesehatan reproduksi.

BPA sendiri menurut riset bersangkutan memiliki korelasi kuat dengan infertilitas pada wanita. Sementara saat ini temuan tingginya kadar BPA pada wanita cenderung semakin tinggi.

Kesimpulan Manfaat Kedelai untuk PCOS

Kelihatannya memang fakta seputar sebaik apa kedelai untuk dikonsumsi oleh pasien PCOS masih dalam zona abu-abu. Sulit untuk memastikan apakah kedelai sepenuhnya aman, mengingat adanya sejumlah fakta yang perlu menjadi perhatian.

Tetapi kebanyakan pakar sepakat, dalam kadar moderat atau tidak berlebihan kedelai memiliki manfaat untuk pasien PCOS. Kadar moderat yang disarankan untuk kedelai secara umum untuk pasien PCOS adalah maksimal 3 – 4 porsi dalam sepekan atau sekitar 9 gram rata-rata konsumsi harian.  Ini sama dengan kadar isoflavon harian sekitar 36 miligram.

Untuk mendapatkan hasil lebih aman dan optimal, pilihan kedelai fermentasi seperti tempe, natto dan miso. Proses fermentasi membantu kedelai memiliki komponen nutrisi lebih baik tetapi lebih sehat dan aman untuk tubuh.

Kedelai yang telah difermentasi memiliki komponen asam amino yang lebih lengkap dan juga lebih mudah dicerna. Ini memberi manfaat ganda bagi tubuh, apalagi dengan adanya komponen serat yang lebih tinggi.

Selain itu proses fermentasi pada kedelai ini memberi input kadar zinkyang cukup besar dari ragi. Ragi dan jamurmembantu meningkatkan kadar zink. Sementara ada peran besar zink dalam meregulasi keseimbangan hormonal pada pasien PCOS.

Tetapi mengonsumsi kedelai yang telah diolah sebagai minyak kedelai, keju kedelai, susu kedelai dan tahu susu bukan jenis yang disarankan karena tingginya kadar asam phytic dalam makanan tersebut. Diduga kadar asam phytic yang terlalu tinggi kurang baik untuk pasien PCOS.

Pada dasarnya mengimbangi androgen berlebihan pada kasus PCOS dengan fitoestrogen dalam kedelai bukan keputusan yang buruk. Tetapi lakukan dalam dosis yang tepat dan tidak berlebihan.

Apakah Penderita PCOS Boleh Mengonsumsi Kedelai ? – Konsumsi kedelai dalam kadar moderat sama sekali tidak memberi efek buruk pada pasien PCOS. Dan pilih sajian kedelai dengan tepat. Justru ini akan membantu pasien untuk mengembalikan kondisi normal pada tubuh mereka.

Baca Juga : Mengenal Proses Ovulasi Pada Wanita

Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan

Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan

Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan

Kehamilan merupakan keinginan sebagian besar pasangan suami-istri. Meski demikian, sebagian penyakit reproduksi wanita ada yang mempersulit kehamilan yang diharapkan tersebut.

Baca : Obat Herbal Kanker Rahim

Ada beberapa jenis penyakit reproduksi wanita yang dapat menyebabkan hal tersebut, antara lain endometriosis, uterine fibroid, dan sindrom ovarium polikistik. Selain itu, penyakit menular seksual (PMS) dan radang panggul juga diketahui dapat memicu gangguan kesuburan.

Berikut informasi lebih lanjut mengenai penyakit reproduksi wanita yang berisiko mempersulit kehamilan :

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. Jaringan endometriosis yang tumbuh di luar rahim bisa melekat dan tumbuh pada ovarium, tuba falopi (saluran indung telur), atau bahkan bisa menjangkau organ-organ lain dalam perut. Endometrium akan tumbuh menjadi jaringan parut pada tempat di mana jaringan ini tertanam. Bila menempel pada tuba falopi, hal ini akan mempersulit saluran indung telur mengeluarkan sel telur. Selain mengganggu kesuburan, penderita endometriosis sering mengeluhkan rasa sakit yang mengganggu saat haid.

Karena tumbuh di tempat yang tidak semestinya, endometriosis yang mengikuti siklus menstruasi dapat terjadi peradangan, sehingga memicu kondisi lain seperti radang panggul, yang membuat rongga rahim kurang optimal untuk penempatan sel telur yang sudah dibuahi.

Untuk menangani endometriosis, tindakan dokter antara lain mengangkat jaringan parut. Jika tidak berhasil, maka ada kemungkinan dokter akan merekomendasikan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization.

Baca Juga : Mengenal Proses Ovulasi Pada Wanita

  • Uterine fibroid

Fibroid sebenarnya merupakan sekelompok sel jaringan rahim. Sebagian ahli mengatakan, fibrioid yang tumbuh di dalam dinding atau luar rahim, tidak berpengaruh terhadap proses kehamilan. Hanya saja, jika sel tersebut tumbuh di dalam rongga rahim, maka dapat mempersulit kehamilan. Sebagian ahli juga menganggap, semakin besar ukuran fibroid maka akan semakin memicu gangguan kesuburan.

Jika fibroid diketahui sebagai penyakit reproduksi wanita yang berisiko mempersulit kehamilan, maka kemungkinan dokter akan menyarankan prosedur operasi untuk mengangkat fibroid. Studi menunjukkan, tingkat kesuburan yang lebih tinggi setelah prosedur operasi tersebut.

  • Sindrom ovarium polikistis

Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan, – Sindrom ovarium polikistis merupakan gangguan sistem endokrin yang ditandai dengan pembesaran ovarium yang berisi cairan bernama folikel. Keberadaan folikel dapat terlihat dengan pemeriksaan ultrasound.

Sindrom ini dapat dikenali dari gejala haid yang tidak teratur, jerawat, pertumbuhan rambut yang berlebihan, dan gejala ini bisa memburuk pada orang dengan obesitas. Penanganan sindrom ovarium polikistis umumnya diikuti dengan program penurunan berat badan, sekaligus dapat menurunkan risiko jangka panjang seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

  • Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual yang dapat berisiko mempersulit kehamilan, contohnya klamidia dan gonore. Klamidia dapat merusak saluran indung telur, bahkan tanpa penderitanya merasakan gejala apa pun. Sementara itu, gonore dapat menyumbat saluran indung telur sehingga menghambat jalan sel telur.

Baca : Obat Herbal Kanker Rahim

Efek tersebut dapat terjadi bahkan beberapa tahun setelah seorang wanita terinfeksi penyakit menular seksual tersebut. Untuk mengatasinya infeksi aktif dari penyakit menular seksual, dokter akan memberikan antibiotik. Tindakan lanjutan lain adalah laparoskopi. Namun, jika kerusakan sulit diperbaiki maka dokter kemungkinan akan menyarankan program bayi tabung.

  • Radang panggul

Umumnya, penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) terjadi ketika saluran reproduksi bagian atas terinfeksi bakteri dari vagina. Radang panggul dapat memicu jaringan parut. Salah satu efek jaringan parut yaitu menghambat sel telur menuju saluran indung telur, sehingga mengganggu kesuburan. Gejala yang dikeluhkan antara lain sakit perut bagian bawah, rasa nyeri saat berhubungan intim, atau perubahan cairan vagina.

Selain disebabkan penyakit menular seksual, ada pula pemicu lain seperti infeksi akibat keguguran atau aborsi dan efek dari alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim. Kebiasaan menggunakan pembersih vagina bisa membuat kondisi vagina berubah dan bakteri dapat dengan mudah memasuki saluran reproduksi bagian atas.

Infeksi bakteri dapat diatasi dengan obat antibiotik untuk meminimalisir efek terhadap organ reproduksi. Selain itu, ada pula tindakan operasi laparoskopi jika jaringan parut yang muncul tidak terlalu parah.

Penyakit Reproduksi Wanita Yang Berisiko Mempersulit Kehamilan, – Jika Anda atau pasangan mengalami penyakit reproduksi wanita yang berisiko mempersulit kehamilan, segera konsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Baca Juga : Waspada, Bahaya Ketuban Pecah Dini